Masalah Pengangguran Indonesia (part 2)
Salam , dari writer
Kembali lagi kepada saya, Yg sebelumnya sudah memberikan tanggapan tentang penyebab pengangguran di indonesia, tentu yang pertama itu masih masalah internal, saat ini mari fokus ke masalah internal dan eksternal
oke yang pertama, persaingan dalam memasuki perkuliahan yang terlalu ketat, dalam era modern ini, untuk memasuki pekerjaan tidak lengkap saatnya untuk mencari pendidikan ke jenjang lebih tinggi, namun sayang, untuk memasuki suatu perguruan saja, sudah harus saling menerkam satu sama lain, padahal dengan memasuki perguruan saja, belum tentu masuk pekerjaan yang diinginkan, namun untuk memasuki pekerjaan itu, rata rata perusahaan itu membutuhkan ipk yang tinggi, padahal nilai inovatif dan kreatif itu tidak termasuk kedalam nilai tertulis itu. lantas bagaimana seseorang yang bodoh di suatu nilai angka, namun sangat pintar di bidang berinovatif dan memberikan ide ide baru yang efisien?
baik, yang kedua , adalah persaingan global, tentu masalah ini merupakan masalah di seluruh negara, apalagi indonesia, yang juga negara berkembang, masalah ini timbul dimana negara negara sub maju dan berpopulasi banyak (ambil contoh china) 'memasarkan' pekerja pekerjanya, untuk bekerja diluar negeri, salah satu negaranya adalah indonesia, padahal negara indonesia, merupakan negara dengan populasi 261 juta orang, didalamnya sendiri, sudah banyak persaingan ketat, apalagi dengan tingkat persaingan pendidikan yang tinggi, di saat era globalisasi ini, pekerja dari luar dengan ide yang lebih tinggi , bisa mengalahkan ratusan atau mungkin ribuan calon pekerja dari lokal, tentu itu sangat menyedihkan mengingat negara kita masih memiliki kesenjangan yang tinggi.
masalah geografis, koreksi jika saya salah, tapi, masalah ini merupakan masalah yang saya anggap penyebab pengangguran paling utama di indonesia, jawa, memiliki penduduk 150 juta, 100 juta terdapat di pulau lainnya, tentu ini masalah yang serius , mengingat kita memiliki 4 pulau besar lainnya, namun dihuni jika kita rata ratakan, 25 juta 1 pulau, wow, gila ya, betul, perbandingannya adalah 6:1 jika dibandingkan 1 per 1 pulau dengan jawa, lalu apa masalahnya, mengapa? menurut saya, masalahnya adalah sentralisasi ekonomi yang berpusat di pulau jawa
maaf, agak pendek, seharusnya ada kelanjutannya, namun tubuh saya sedang drop saat ini, kemungkinan senin/selasa malam saya akan melanjutkannya, karena ada sejarah dibalik sentralisasi ekonomi, sebelum mengakhiri, saya mohon maaf jika ada penggunaan bahasa yang tidak bagus, atau kekurangan kata,
kurang lebih, begitu saja, terima kasih yang sudah membaca
salam , dari writer
keren
BalasHapus