Sistem Pembelajaran sekolah

salam, dari writer pada kesempatan kali ini, kita tidak akan membahas tentang sentralisasi ekonomi, karena ini sangatlah panjang, kalau ingin mengetahuinya silahkan baca website ini   https://www.academia.edu/8311928/Sentralisasi_Pada_Masa_Kolonialisme perlu diingat ini tidak adanya endorse sama sekali, karena ini murni untuk pemahaman saja kali ini kita akan membicarakan tentang sistem sekolah di indonesia, tentu, ini menjadikan bahan perbincangan setiap orang, khususnya adalah remaja, para remaja sering beranggapan, dan tentunya saya juga, bahwa sistem di indonesia itu agak 'bobrok' walaupun adanya kelebihan maupun kekurangan tentu jika diambil dari pandangan saya, saya tentu akan berkata sistem pendidikan yang dimiliki indonesia saat ini sedang kacau, tapi jika itu hanya diambil dari orang orang yang sependapat dengan saya, tentu ini akan memberikan timbangan berat sebelah, dengan kata lain, pro kontra. tapi saya tidak akan mengambil pendapat dari saya sendiri, ta...

mengapa indonesia pengangguran (part 1)

Pengangguran

Pengangguran, hmm, apa itu? singkatnya, pengangguran merupakan angkatan kerja yang merupakan orang yang sedang di rentan usia kerja, namun tidak bekerja
itu yang saya tahu, namun apa benar begitu?
"Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya." Sadono sukirno

tentu, siapa sih yang ingin menjadi pengangguran, Apalagi di masa era global dimana terjadinya hukum free market, dimana perdagangan dilakukan secara bebas, masa sih kita cuma bisa melihat orang lain sedang menanjaki langit langit, sedangkan kita hanya bisa memandangnya saja.

tentu , bukan ini yang ingin saya curahkan dalam blog ini, namun saya masih merasa sedih dengan adanya pengangguran di indonesia, dan sungguh, blog ini hanya menyuarakan apa yang hati dan pikiran saya dengungkan.

pertama, dikarenakan kurangnya tenaga yang berpendidikan tinggi
Kurangnya berpendidikan tentu membuat kita kalah saing dengan orang lain, apalagi untuk memasuki PTN, tentu kita memperlukan uang yang lumayan banyak bukan?, dan menurut pendapat pribadi saya, saya kurang setuju dengan aturan wajib belajar 9 tahun, seperti apa yang dikatakan menteri pendidikan dan kebudayaan Mohammad Nuh

"Beberapa studi juga menunjukkan bahwa proses demokrasi bisa berjalan dengan baik ketika didukung oleh tingkat pendidikan masyarakatnya," kata Nuh. Selanjutnya, kata dia, wajar 12 tahun menjadi penting karena memiliki hubungan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Harus Wajib Belajar 12 Tahun?", https://edukasi.kompas.com/read/2012/02/01/21401359/mengapa.harus.wajib.belajar.12.tahun
Penulis : Indra Akuntono

Walaupun kita sudah menggunakan wajib 12 tahun, namun kenyataannya, untuk memasuki jenjang pendidikan Sma maupun Sman, kita masih membutuhkan "Uang" untuk masuk Sekolah ini, tentu ini mudah saja bagi yang mampu, terlebih yang golongan menengah maupun keatas, namun bagi yang tidak mampu, tentu ini sangat merepotkan bagi mereka, dengan keluarga yang berpenghasilan seadanya, tentu ini sulit, apalagi sekolah yang dengan gayanya membuat suatu program study tour, namun semuanya baik golongan kebawah, menengah, keatas harus ikut dengan bayar miring, tentu ini sangat menyenangkan, namun bagi yang menambalnya, akan terasa agak pahit, hehehe, walaupun kita tidak boleh pelit.

Kedua,  dikarenakan kurangnya rasa juang
saat ini, kecenderungan kita untuk bermalas malasan dan berfoya foya, sangatlah mengkhawatirkan , padahal, kita membutuhkan nilai juang kita dalam mengemba pendidikan yang baik, yang akan membantu kita dalam meraih cita cita yang diinginkan, jika dari awal kita sudah bermalas malasan, karena teman teman saya di sekolah, ketika saya akan les, mereka malah berkata seperti ini "sudahlah, ngapain les, gak ada gunanya, enjoy aja" , tentu saya yang menghargai waktu, sayamemilah waktu saya untuk belajar dan ada saatnya bermain, sehingga saya menjawab" ada saatnya bermain, ada saatnya belajar". terlihat anak muda zaman sekarang kurangnya semangat juang.

ketiga, dikarenakan faktor Ekonomi
kembali lagi, jika kita sudah memiliki semangat juang, sudah memiliki tekad berpendidikan tinggi, namun tidak memiliki banyak uang, tentu ini membuat sedih, karena kita yang sudah semangat untuk berjuang, namun faktor ekonomi kita tidak bisa memumpuni, ambil contoh salah satu teman saya, ingin masuk kedalam Sma yang diinginkan, namun karena keterbatasan ekonominya, sehingga dia masuk ke sekolah yang agak abal abal, tentu kalau dalam semangat , dalam tekad, dia mempunyai tekat yang pasti, namun kembali ke faktor ekonomi kita

sekian dulu, jika ada waktu saya akan menambahkan faktor eksternalnya, karena ini pure opini, maaf jika saya memiliki kesalahan, karena saya juga masih pelajar, namun saya terus berusaha untuk kritis didalam masalah masalah yang dihadapi bangsa kita saat ini, di mulai dari individunya dulu. dan kedua, hari sudah menjelang malam, dan saya butuh banyak energi untuk memulai hari esok, cia elah bahasanya, terima kasih yang sudah membaca, kalau kita berpikiran yang sama, baguslah , kalaupun tidak, buatlah comment dibawah, agar kita sama sama share pendapat kita :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini